Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Asia. Kota kreatif di Jawa Barat ini berhasil masuk daftar tiga besar destinasi populer berdasarkan laporan New Horizons Agoda 2025, yang menyoroti tren perjalanan internasional di kawasan Asia. Pencapaian ini menempatkan Bandung sejajar dengan destinasi wisata kelas dunia seperti Sapa di Vietnam dan Okayama di Jepang.
Di tingkat nasional, Bandar Lampung mencatat pertumbuhan tercepat dalam menarik wisatawan mancanegara. Popularitasnya didorong oleh keindahan pantai alami, kekayaan budaya, kuliner khas, serta fenomena viral bayi gajah bernama Nisa dari Taman Nasional Way Kambas. Lonjakan minat wisatawan membuat Bandar Lampung naik dari peringkat 34 ke 28 dalam daftar destinasi internasional.
Sementara itu, Garut muncul sebagai destinasi domestik paling diminati wisatawan Indonesia. Kota yang dijuluki “Swiss-nya Jawa Barat” ini menawarkan panorama pegunungan, Kawah Putih, danau yang menenangkan, hingga air terjun megah. Selain pesona alam, Garut juga dikenal dengan kuliner khas dan budaya lokal yang autentik. Peringkatnya naik dari posisi 40 ke 34, menandakan peningkatan signifikan dalam popularitas wisata domestik.
Untuk perjalanan ke luar negeri, Shenzhen, Tiongkok, menjadi destinasi outbound dengan pertumbuhan tercepat bagi wisatawan Indonesia. Kota modern ini naik dari peringkat 44 ke 35, didukung kebijakan bebas visa yang mempermudah akses. Shenzhen menawarkan kombinasi unik antara pusat belanja, kuliner beragam, keindahan alam, serta perpaduan budaya tradisional dan modernitas.
Menurut Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda Indonesia, tren wisata saat ini menunjukkan pergeseran minat ke destinasi dengan udara segar, ruang terbuka, dan suasana santai. Popularitas Bandung di Asia, pertumbuhan Bandar Lampung dan Garut di dalam negeri, serta meningkatnya minat ke Shenzhen menjadi bukti bahwa wisatawan kini semakin mencari pengalaman berbeda di luar destinasi utama.
Agoda membandingkan peringkat pemesanan akomodasi pada periode Januari-November 2025 dengan Januari-November 2024.










