//Riset Kaspersky: 84% Pengguna Simpan Data Sensitif Secara Digital

Riset Kaspersky: 84% Pengguna Simpan Data Sensitif Secara Digital

Penelitian terbaru dari Kaspersky mengungkap bahwa mayoritas masyarakat kini lebih memilih menyimpan informasi pribadi dalam format digital. Sebanyak 84% responden menyatakan menyimpan data sensitif seperti KTP, detail keuangan, catatan kesehatan, hingga arsip foto secara elektronik. Angka ini bahkan meningkat menjadi 90% di kalangan generasi Z dan milenial, menandakan tingkat digitalisasi data pribadi yang semakin tinggi di kelompok usia muda.

Meski demikian, masih ada sebagian pengguna yang mengandalkan cara tradisional. Sekitar 16% responden lebih percaya pada salinan fisik, dengan proporsi terbesar berasal dari kelompok usia 55 tahun ke atas. Hampir satu dari tiga responden senior masih memilih menuliskan informasi penting di kertas atau catatan manual.

Dalam hal penyimpanan digital, pola penggunaan cukup beragam. Secara global, 56% responden menyimpan data di komputer atau perangkat keras, 45% menggunakan solusi cloud, dan 20% mempercayakan data mereka pada layanan digital pemerintah. Di Indonesia, tren ini bahkan lebih tinggi: 61% pengguna menyimpan data di komputer atau perangkat keras, 61% memanfaatkan cloud, dan 14% menggunakan layanan digital pemerintah.

Namun, apakah digital berarti lebih aman? Menurut Kaspersky, setiap metode memiliki kelebihan dan risiko. Media fisik bisa hilang atau rusak, perangkat keras eksternal kurang praktis saat bepergian, sementara layanan cloud rentan terhadap akses tidak sah. Untuk itu, Kaspersky merekomendasikan praktik terbaik seperti strategi pencadangan 3-2-1, penggunaan password manager dengan brankas rahasia, serta penerapan autentikasi dua faktor (2FA) atau passkey.

Selain itu, pencadangan otomatis juga disarankan agar pengguna tidak terbebani. Layanan seperti iCloud, Google Drive, atau OneDrive dapat dimanfaatkan untuk backup rutin. “Pendekatan yang lebih cerdas adalah mengotomatiskan pencadangan sesuai prioritas file. Dengan begitu, data sensitif tetap terlindungi tanpa membuat pengguna kewalahan,” jelas Marina Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky.

Dengan lebih dari 1 miliar perangkat yang telah dilindungi, Kaspersky terus menghadirkan solusi keamanan siber inovatif untuk konsumen, bisnis, dan pemerintah di seluruh dunia. Riset ini menjadi pengingat bahwa digitalisasi data harus diimbangi dengan strategi perlindungan yang matang agar privasi tetap terjaga.