Menyambut Ramadan 1447 H, ngaji.ai resmi bertransformasi dari aplikasi belajar mengaji menjadi pendamping ibadah harian. Aplikasi besutan Vokal.ai ini kini hadir untuk membantu umat Muslim lebih dekat dengan Al-Qur’an dan konsisten menjalankan ibadah di tengah rutinitas modern.
Sejak diluncurkan, ngaji.ai telah digunakan oleh lebih dari 403 ribu pengguna, dengan sekitar 39 ribu pelanggan premium. Angka ini mencerminkan kebutuhan nyata akan aplikasi yang mampu menghadirkan pengalaman ibadah yang terarah, relevan, dan membumi.
Fitur Baru: Dari Sholat hingga Ikhtiar
Transformasi ngaji.ai ditandai dengan pengembangan homepage dan fitur-fitur utama:
– Sholat: membantu pengguna mencatat ibadah wajib lima waktu.
– Doa & Dzikir: panduan amalan harian yang praktis.
– Ikhtiar: fitur unggulan yang mengajak pengguna fokus pada satu amalan sederhana, seperti menjaga lisan atau disiplin salat tepat waktu. Setiap ikhtiar dibagi ke dalam tugas kecil selama tujuh hari, sehingga terasa ringan dan realistis.
Menurut Vanya Sunanto, COO Vokal.ai, rata-rata penggunaan harian mencapai lebih dari tujuh menit. Hal ini menunjukkan bahwa ngaji.ai benar-benar hadir dalam rutinitas ibadah sehari-hari, bukan sekadar aplikasi sekali pakai.
Dampak Sosial dan Rencana Ekspansi
Selain mendampingi ibadah personal, ngaji.ai juga aktif dalam kolaborasi sosial. Bersama RumahZakat, aplikasi ini menyalurkan 25% dari pembelian premium untuk bantuan kemanusiaan Palestina, serta memperluas kerja sama ke bidang pendidikan, penanggulangan bencana, dan program Ramadan.
Di bidang edukasi, ngaji.ai bekerja sama dengan sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Bandung, serta komunitas Muslim urban seperti Noore Sport dan One Day One Juz.
Ke depan, ngaji.ai menargetkan ekspansi ke Asia Tenggara dengan populasi Muslim sekitar 290 juta jiwa. Dengan dukungan teknologi AI, aplikasi ini ingin menghadirkan pendamping ibadah yang kontekstual dan relevan di berbagai budaya dan ritme hidup.
