Ramadan selalu jadi momen penting bagi masyarakat Indonesia. Dari kebutuhan dapur, outfit Lebaran, hingga gadget terbaru, semuanya mulai masuk wishlist. Untuk menjawab kebutuhan itu, Blibli menghadirkan Mega Ramadan Sale dengan promo spektakuler: diskon hingga Rp1,2 juta, Buy 1 Get 1, serta jaminan Pasti ORI, gratis retur, dan pengiriman tepat waktu.
Promo Harian Sesuai Ritme Ramadan
Blibli menyesuaikan promo dengan kebiasaan belanja masyarakat selama Ramadan:
– Sahur Mega Flash Sale (03.00–05.00 WIB): Diskon besar untuk sembako, suplemen, hingga TV LED.
– Ngabuburit Mega Flash Sale (15.00–18.00 WIB): Penawaran gadget dan produk kecantikan dengan potongan hingga Rp1 juta.
– Voucher Rush Hour (2–3 Maret, 19.00–23.59 WIB): Tambahan voucher untuk berbagai kategori produk.
– THR Sale (11 Maret): Smart TV dan produk unggulan dengan diskon hingga Rp1,2 juta.
Selain itu, ada promo tematik setiap hari: Groceries Day, Gadget Day, Sport Day, Hometronic Day, Supermarket Day, Fashion Day, hingga Flagship Store dengan diskon hingga 25%.

Tren Belanja Ramadan di Indonesia
Data Ramadan 2025 menunjukkan adanya pola belanja masyarakat Indonesia yang cukup menarik. Pada awal Ramadan, fokus utama konsumen masih tertuju pada kebutuhan pokok seperti beras, gula, mie instan, dan susu. Bahkan, penjualan beras mencapai 2 ton, jumlah yang setara dengan 28.571 ketupat, menandakan tingginya konsumsi pangan tradisional selama bulan suci.
Memasuki periode menjelang Lebaran, tren belanja mulai bergeser ke produk yang lebih modern, seperti home appliances dan gadget, yang dianggap mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga. Saat fase Tunjangan Hari Raya (THR), masyarakat cenderung mengincar produk bernilai tinggi, termasuk mobil listrik dan smartphone Android, sebagai simbol peningkatan gaya hidup sekaligus investasi jangka panjang.
Menariknya, jangkauan pengiriman Blibli selama Ramadan mencapai 2.864 kilometer, dari Bandung hingga Kabupaten Belu, yang membuktikan bahwa kebutuhan Ramadan tersebar luas ke seluruh pelosok Indonesia. Pola ini memperlihatkan bagaimana Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga menjadi pendorong signifikan bagi dinamika konsumsi masyarakat di berbagai lapisan.










