Tim Kaspersky Threat Research kembali mengungkap ancaman serius di dunia siber. Varian terbaru Trojan SparkCat berhasil menyusup ke App Store dan Google Play, setahun setelah versi pertamanya ditemukan dan dihapus. Malware ini bersembunyi di aplikasi yang tampak sah, lalu memindai galeri foto pengguna untuk mencari frasa pemulihan dompet kripto.
Target Asia & Global dengan Teknik Lebih Canggih
Versi terbaru SparkCat menyusup melalui aplikasi pesan bisnis dan aplikasi pengiriman makanan. Kaspersky menemukan dua aplikasi terinfeksi di App Store dan satu di Google Play, yang kini sudah dihapus. Telemetri juga menunjukkan distribusi lewat situs pihak ketiga yang meniru tampilan App Store di iPhone.
Varian Android memindai tangkapan layar berbahasa Jepang, Korea, dan Cina, menandakan fokus serangan di Asia. Sementara varian iOS menargetkan frasa mnemonik berbahasa Inggris, sehingga berpotensi menjangkau pengguna global. Lebih berbahaya lagi, SparkCat kini menggunakan virtualisasi kode dan bahasa pemrograman lintas platform — teknik langka di malware seluler.
Ancaman yang Terus Berevolusi
Menurut pakar Kaspersky, SparkCat meminta akses galeri foto dan menggunakan OCR (Optical Character Recognition) untuk membaca teks dalam gambar. Jika menemukan kata kunci terkait kripto, gambar dikirim ke server penyerang. “Kesamaan dengan sampel sebelumnya menunjukkan pengembangnya kemungkinan sama. Ini menegaskan pentingnya solusi keamanan di smartphone,” jelas Sergey Puzan, pakar keamanan Kaspersky.
Dmitry Kalinin menambahkan, kompleksitas teknik anti-analisis SparkCat menunjukkan keahlian tinggi pelaku ancaman. Deteksi Kaspersky mengenali malware ini sebagai HEUR:Trojan.AndroidOS.SparkCat.\* dan HEUR:Trojan.IphoneOS.SparkCat.\*.
Cara Melindungi Diri dari SparkCat
Kaspersky merekomendasikan langkah pencegahan berikut:
– Gunakan perangkat lunak keamanan seluler seperti Kaspersky for Mobile.
– Hindari menyimpan tangkapan layar berisi frasa sandi kripto di galeri. Simpan di aplikasi khusus seperti Kaspersky Password Manager.
– Tetap waspada meski mengunduh dari toko resmi, karena tidak selalu bebas risiko.
