//AMD Prediksi AI Fisik Jadi Fondasi Baru Otomasi Industri Global

AMD Prediksi AI Fisik Jadi Fondasi Baru Otomasi Industri Global

AMD menilai industri kecerdasan buatan (AI) tengah memasuki fase baru, dari sistem yang hanya mampu menghasilkan jawaban menjadi teknologi yang dapat mengambil keputusan dan bertindak secara langsung di dunia nyata. Perkembangan yang disebut sebagai AI fisik (physical AI) ini diperkirakan akan membawa perubahan besar pada sektor manufaktur, logistik, otomotif, kesehatan, hingga robotika industri.

Menurut Salil Raje, Senior Vice President dan General Manager Adaptive and Embedded Computing Group AMD, keberhasilan AI fisik tidak lagi ditentukan oleh besarnya kemampuan komputasi semata. Sistem yang digunakan pada robot dan mesin otonom harus mampu merespons kondisi secara real-time, bekerja secara konsisten, serta menjaga tingkat keselamatan ketika beroperasi di sekitar manusia.

AMD melihat kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring meningkatnya adopsi robot humanoid dan sistem otomatis di berbagai sektor industri. Berbeda dengan AI berbasis cloud yang berfokus pada pemrosesan data dan inferensi, AI fisik harus dapat memahami informasi dari sensor, mengambil keputusan, lalu menjalankan tindakan dalam hitungan milidetik. Kegagalan memenuhi batas waktu tersebut dapat berdampak langsung pada keselamatan operasional dan produktivitas.

Perubahan ini juga berpotensi menggeser cara industri mengevaluasi platform AI. Selama ini, metrik seperti TOPS (Trillions of Operations Per Second) sering digunakan sebagai acuan utama performa. Namun AMD menilai metrik tersebut tidak cukup untuk menggambarkan kemampuan sistem dalam menjalankan beban kerja robotika yang kompleks, karena faktor latensi, koordinasi antarkomponen, dan stabilitas sistem kini menjadi sama pentingnya dengan kekuatan komputasi.

Dari perspektif industri, tren ini diperkirakan akan mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap arsitektur komputasi heterogen yang menggabungkan CPU, GPU, NPU, FPGA, dan Adaptive SoC dalam satu sistem. Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan membangun robot dan mesin cerdas yang lebih responsif, efisien, dan aman untuk digunakan dalam lingkungan produksi skala besar.

AMD menyebut transformasi menuju AI fisik tidak hanya menjadi peluang bagi industri robotika, tetapi juga akan memengaruhi perkembangan kendaraan otonom, pabrik pintar, gudang otomatis, hingga sistem kesehatan berbasis robot. Seiring meningkatnya penggunaan mesin yang mampu mengambil keputusan secara mandiri, perusahaan yang mampu mengoptimalkan performa di tingkat sistem diperkirakan akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih besar dibanding hanya mengandalkan kapasitas komputasi tinggi.

Melalui portofolio Kria AI, Ryzen AI Embedded, dan Adaptive SoC, AMD berupaya memperkuat posisinya di pasar AI fisik yang diyakini akan menjadi fondasi bagi generasi berikutnya dari robot industri dan sistem otonom. Menurut perusahaan, masa depan AI tidak hanya tentang kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga tentang kemampuan bertindak secara cepat, aman, dan andal di dunia nyata.