Nathan Calvin, seorang pengacara yang aktif dalam pembentukan kebijakan terkait teknologi di Encode AI, mengklaim bahwa OpenAI mengirimkan pemanggilan resmi (subpoena) melalui petugas kepolisian kepadanya secara pribadi.
Calvin menjelaskan bahwa pada suatu malam Selasa, ketika ia dan istrinya sedang duduk untuk makan malam, seorang deputi sherif mengetuk pintu rumahnya untuk menyampaikan surat pemanggilan resmi dari OpenAI. Surat tersebut bukan hanya ditujukan kepada organisasi tempat Calvin bekerja, Encode AI, tetapi juga secara pribadi kepada dirinya. Deputi sherif tersebut meminta akses terhadap pesan pribadi Calvin dengan beberapa legislator California, mahasiswa, serta mantan karyawan OpenAI.
Menurut Calvin, OpenAI memanfaatkan alasan gugatan hukum terhadap Elon Musk sebagai dalih untuk mengintimidasi para kritikusnya, seraya memberi kesan bahwa Musk berada di balik semua kritik tersebut. Sebelumnya, sebuah laporan menyebutkan bahwa OpenAI mengirimkan surat panggilan resmi ke Encode AI untuk mengetahui apakah organisasi tersebut didanai oleh Elon Musk. Surat panggilan ini merupakan bagian dari gugatan balik OpenAI terhadap Musk yang menuduh milyarder itu menggunakan “taktik tidak baik untuk memperlambat perkembangan OpenAI.” Selain itu, OpenAI juga mengirimkan surat panggilan kepada Meta terkait keterlibatannya dalam upaya pengambilalihan senilai 97,4 miliar dolar AS oleh Musk.
Peran Encode AI dalam Advokasi Regulasi AI
Encode AI secara aktif mendorong keselamatan dan keamanan dalam pengembangan kecerdasan buatan. Baru-baru ini, mereka merilis surat terbuka yang menuntut OpenAI menjelaskan bagaimana organisasi tersebut akan mempertahankan misi nonprofitnya di tengah rencana restrukturisasi perusahaan. Selain itu, Encode AI juga menjadi pendukung kuat SB 53, sebuah undang-undang penting mengenai AI di California yang mulai berlaku pada September 2025. Undang-undang ini mengharuskan perusahaan AI besar untuk mengungkapkan proses keselamatan dan keamanan mereka secara transparan.
Calvin menegaskan, “Ini bukan situasi normal. OpenAI menggunakan gugatan hukum yang tidak terkait sebagai cara untuk mengintimidasi para pengusung regulasi, bahkan saat undang-undang tersebut masih dalam proses pembahasan.” Ia juga menambahkan bahwa ia tidak menyerahkan dokumen apapun yang diminta oleh OpenAI.
Penjelasan dari OpenAI dan Tanggapan dari Para Pihak
Seperti dikutip dari The Verge, Ketika dimintai tanggapan, OpenAI mengarahkan pada pernyataan dari Aaron Kwon, Chief Strategy Officer OpenAI, yang menyatakan bahwa tujuan dari pemanggilan tersebut adalah untuk “memahami konteks penuh mengapa Encode memilih untuk mendukung gugatan hukum Elon Musk.” Encode diketahui mendukung upaya Musk untuk mencegah OpenAI menjadi perusahaan profit pada tahun sebelumnya. Kwon juga menjelaskan bahwa “adalah hal yang umum bagi deputi sherif untuk sekaligus menjadi petugas pengiriman surat resmi secara paruh waktu.”
Selain itu, Tyler Johnston, pendiri kelompok pengawas AI bernama The Midas Project, melaporkan bahwa ia bersama organisasinya juga menerima surat panggilan dari OpenAI. Surat tersebut meminta daftar lengkap semua jurnalis, kantor legislatif, organisasi mitra, mantan karyawan, dan anggota publik yang pernah berkomunikasi dengan The Midas Project mengenai restrukturisasi OpenAI.










