//NASA Gunakan Teknologi AMD untuk Eksplorasi Luar Angkasa

NASA Gunakan Teknologi AMD untuk Eksplorasi Luar Angkasa

NASA telah mengumumkan transisi dari misi jangka pendek menuju kehadiran berkelanjutan di Bulan serta ekspedisi ruang angkasa dalam. Untuk mewujudkan visi tersebut, komputasi otonom berperforma tinggi menjadi kebutuhan mutlak. Di sinilah AMD hadir sebagai mitra teknologi strategis, menghadirkan solusi komputasi yang mendukung era eksplorasi berikutnya.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam penerbangan luar angkasa, mulai dari rover Mars Perseverance hingga satelit observasi Bumi, AMD telah terbukti mampu mengubah aliran data kompleks menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti secara real-time. Portofolio lengkap CPU, GPU, FPGA, dan SoC adaptif memungkinkan sistem luar angkasa beroperasi dengan latensi rendah, ketahanan tinggi, dan kecerdasan otonom di lingkungan paling ekstrem.

Teknologi Adaptif untuk Misi Bulan dan Mars

Seiring meningkatnya kompleksitas misi seperti Artemis II dan NISAR, kebutuhan akan pemrosesan berbasis AI semakin mendesak. FPGA kelas luar angkasa dan SoC adaptif AMD dirancang untuk menghadapi kondisi ekstrem dengan komunikasi terbatas ke Bumi. Teknologi ini memungkinkan wahana dan sistem permukaan melakukan analisis sensor secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada bandwidth, sekaligus meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan.

Blue Origin, misalnya, menggunakan AMD Versal AI Edge Gen 2 adaptive SoC dalam komputer penerbangan yang sedang diuji untuk mendukung lander Mark 2 dalam misi pendaratan astronot di Bulan pada 2028. Sementara itu, NEC di Jepang tengah membangun konstelasi satelit komunikasi optik pertama dengan teknologi AMD untuk menghadirkan routing jaringan berkecepatan tinggi di luar angkasa.

AI di Orbit: Mempercepat Wawasan Misi

Misi NISAR yang digarap bersama NASA dan ISRO menghasilkan data radar beresolusi tinggi dalam jumlah masif. Dengan SoC adaptif AMD, pemrosesan dapat dilakukan langsung di orbit—mulai dari penyaringan, kompresi, hingga analisis range-Doppler. Hasilnya, hanya data paling bernilai yang dikirim ke Bumi, sehingga efisiensi meningkat dan wawasan penting untuk pemantauan iklim, respons bencana, dan analisis lingkungan dapat diperoleh lebih cepat.

Ketahanan Teruji di Lingkungan Ekstrem

AMD juga telah membuktikan keandalannya dalam misi bersejarah. Rover Perseverance yang mendarat di Mars menggunakan FPGA AMD untuk navigasi dan analisis sampel. Begitu pula misi OSIRIS-REx, yang berhasil mengumpulkan sampel dari asteroid, mengandalkan teknologi AMD untuk pemrosesan kritis.

  AMD Hadirkan Teknologi FSR Ray Regeneration Perdana di Call of Duty: Black Ops 7

Produk AMD dirancang tahan radiasi, mendukung sistem toleran kesalahan, serta memenuhi standar militer seperti MIL-PRF-38535. Dengan dukungan siklus hidup jangka panjang, teknologi ini memastikan kinerja konsisten sepanjang misi multi-dekade.

AMD: Tulang Punggung Eksplorasi Luar Angkasa

Inisiatif NASA menandai langkah penting dalam memastikan kepemimpinan Amerika di luar angkasa. Dengan kombinasi komputasi berperforma tinggi, AI adaptif, dan ketahanan radiasi, AMD menjadi tulang punggung sistem cerdas yang mendukung eksplorasi Bulan, Mars, hingga ruang angkasa dalam.

Portofolio komputasi AMD yang komprehensif memperkuat kemitraan global, mendorong penemuan baru, dan memastikan Amerika tetap berada di garis depan eksplorasi luar angkasa.