Menurut data terbaru dari International Data Corporation (IDC), pengiriman smartphone global pada Q1 2026 turun menjadi 289,7 juta unit, atau turun 4,1% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini mengakhiri tren pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut sejak pertengahan 2023.
Faktor utama penyebabnya adalah keterbatasan pasokan memori dan harga komponen memori yang melonjak hingga rekor tertinggi, yang memaksa produsen menaikkan harga jual perangkat.
Top 5 Vendor Smartphone Dunia Q1 2026
Meski pasar melemah, Samsung dan Apple justru mencatat pertumbuhan positif, sementara vendor asal Tiongkok mengalami penurunan. Berikut data IDC:
Samsung unggul berkat permintaan kuat pada Galaxy S26 Ultra dan seri A yang lebih terjangkau. Apple didorong oleh penjualan iPhone 17 yang naik lebih dari 30% di China. Sementara itu, Xiaomi, OPPO, dan vivo tetap bertahan di posisi tiga besar meski mengalami penurunan signifikan.
Tantangan dan Strategi Vendor
– Krisis memori membuat harga smartphone naik hingga 40–50% di pasar berkembang, menekan permintaan di segmen low-end.
– Samsung dan Apple lebih tahan karena fokus pada segmen premium dan memiliki akses lebih baik ke pemasok memori.
– Vendor Tiongkok seperti Xiaomi, OPPO, dan vivo mencoba menggeser portofolio ke segmen harga lebih tinggi untuk menjaga margin.
– Honor mencatat pertumbuhan paling tinggi di luar Top 5, dengan kenaikan 24% YoY berkat ekspansi ke pasar internasional.
IDC memprediksi penurunan ini hanya awal dari tantangan yang lebih besar di 2026. Pasar premium di AS relatif aman berkat program trade-in dan pembiayaan, sementara pasar berkembang dengan perangkat di bawah $200 akan paling terdampak. Tren premiumisasi diperkirakan berlanjut hingga 2027, meski harga memori baru akan stabil pada paruh kedua tahun tersebut.
