Strava, aplikasi untuk para pencinta olahraga, kini tersedia dalam Bahasa Indonesia. Kini, para pengguna bisa menemukan komunitas olahraga, memotivasi diri, dan mencapai goals dengan lebih mudah dan terukur.
Ketersediaan Bahasa Indonesia sejalan dengan pertumbuhan Strava yang kian pesat. Dengan lebih dari 150 juta atlet di lebih dari 185 negara, jumlah pengguna di Indonesia yang mengunggah kegiatan olahraga pun meningkat 10 kali lipat dalam lima tahun terakhir. Peningkatan ini didominasi oleh perempuan dan pengguna usia muda.
Dalam periode waktu yang sama, jumlah pengguna perempuan yang mengunggah dari Indonesia meningkat hampir 20 kali lipat, dengan jumlah pengguna Gen Z meningkat hampir 3 kali lipat dari tahun ke tahun.
Chief Design Officer Strava, Anita Butler mengungkapkan peluncuran Bahasa Indonesia memungkinkan pengguna untuk lebih mudah menemukan komunitas hingga mencapai tujuan kebugaran mereka.
Pembaruan aplikasi ini menyusul laporan tahunan Strava berjudul Year in Sport: Trend Report yang untuk pertama kalinya diluncurkan di Indonesia pada 2024. Laporan tersebut mengungkap tren yang membentuk pola aktivitas fisik masyarakat berdasarkan data Strava yang menyoroti bagaimana orang-orang semakin memprioritaskan keseimbangan dalam menjaga kebugaran dan menggunakan olahraga untuk mempererat hubungan sosial.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa di Indonesia, lari bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga sarana untuk saling terhubung dengan sesama pelari. Partisipasi dalam klub lari pun tercatat meningkat sebesar 83%, menjadikan lari sebagai olahraga sosial dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.
Strava hadir dengan fitur lengkap, mulai dari menjalin koneksi dengan pengguna lain, mengatur target lari, merayakan pencapaian tertentu, hingga memahami progres latihan. Dengan begitu, Strava menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan kemampuan diri dan menjalin interaksi yang penuh makna.
