TP-Link HS100

Review TP-Link HS100: Smart Plug Serba Bisa

Mungkin banyak dari kamu yang belum tahu kalau selain punya banyak perangkat jaringan seperti wireless router atau access point, TP-Link juga punya beberapa produk smart home. Salah satunya adalah smart plug HS100 yang akan saya ulas kali ini.

Desain

TP-Link HS100 mempunyai ukuran fisik yang menurut saya agak besar, walaupun masih bisa dibilang cukup ringkas. Ukurannya yang sedikit besar memang akan memakan tempat yang lumayan. Untuk itu, kamu perlu memastikan agar TP-Link HS100 ini terpasang di colokan yang tidak terlalu rapat sehingga tidak mengganggu colokan lainnya yang ada di sebelahnya.

Di bodinya, terdapat dua tombol utama. Tombol pertama berada di atas lubang colokan. Tombol ini merupakan tombol power sekaligus sebagai indikator status koneksi wireless. Sedangkan tombol kedua ada di daerah atas yang merupakan tombol untuk melakukan koneksi dengan aplikasi yang akan saya jelaskan lebih lanjut di bawah.

Spesifikasi

TP-Link HS100 ini menggunakan colokan model EU plug (Eropa) yang tentunya telah disesuaikan agar sama dengan model colokan yang lazim digunakan di Indonesia. Perangkat ini menggunakan koneksi wireless 2,4 GHz dengan dukungan standar koneksi 802.11b/g/n yang tentunya didukung oleh hampir seluruh wireless router atau access point yang tersedia di pasaran saat ini.

Spesifikasi lengkapi TP-Link HS100 bisa kamu lihat pada tabel berikut ini:

TP-Link HS100
Koneksi Wireless: 2,4 GHz 802.11b/g/n
Maximum Load: 15 A
Dimensi: 100,3 x 66,3 x 64 mm
Bobot: 123,3 gram
Instalasi

Kalau soal pemasangan, TP-Link HS100 ini tidak membutuhkan langkah khusus. Kamu hanya tinggal mencolokkan perangkat ini ke colokan listrik kamu, kemudian perangkat ini akan menyala secara otomatis. Ada sedikit jeda saat TP-Link HS100 ini dinyalakan. Perangkat ini akan menyalakan koneksi wirelessnya terlebih dahulu, lalu baru mengalirkan listrik ke colokannya.

Sebenarnya sampai titik ini, kamu sudah bisa menggunakan TP-Link HS100 ini. Hanya saja, agar dapat dikontrol secara remote selayaknya sebuah perangkat smart home, kamu perlu melakukan konfigurasi TP-Link HS100 dengan aplikasi Kasa yang menjadi pusat kendali untuk perangkat smart home milik TP-Link.

Untuk menghubungkan TP-Link HS100 ke aplikasi Kasa, kamu perlu menjalankan aplikasi Kasa tersebut terlebih dulu di smartphone kamu. Kemudian, tekan tombol connect yang ada di bagian atas. Lalu aplikasi Kasa akan memandu kamu lebih lanjut untuk menghubungkan smart plug ini agar bisa kamu kontrol melalui smartphone kamu.

Aplikasi

Aplikasi Kasa Smart Home App adalah sebuah aplikasi yang menjadi pusat kendali bagi perangkat smart home milik TP-Link. Aplikasi ini tersedia di Android dan iOS dan bisa kamu download secara gratis.

Melakukan konfigurasi HS100 ini secara garis besar terbagi menjadi tiga langkah mudah. Yang pertama, lakukan instalasi aplikasi Kasa ini ke smartphone kamu. Kemudian, tambahkan HS100 ke aplikasi ini dengan mengikuti wizard yang tersedia, mulai dari menghidupkan perangkat, hingga memasukkan password jaringan serta memberi nama smart plug kamu. Setelah itu, kamu bisa melakukan konfigurasi lebih lanjut pada aplikasi ini.

Aplikasi Kasa ini juga menyediakan berbagai fitur tambahan. Kamu bisa melihat jumlah dan rata-rata jam pemakaian selama satu hari, tujuh hari, dan tiga puluh hari terakhir.

  Review Asus ZenPower Ultra

Selain itu, terdapat juga fitur Schedule. Sesuai namanya, kamu bisa memanfaatkan fitur ini untuk menyalakan atau mematikan smart plug ini pada waktu-waktu tertentu secara otomatis. Misalnya, kamu ingin menyalakan smart plug ini secara otomatis pada jam 12 siang di hari kerja secara otomatis. Maka kamu bisa membuat jadwal tersebut spesifik hingga ke harinya.

Lalu ada fitur Away Mode. Fitur ini sebenarnya bermanfaat jika kamu sedang tidak berada di rumah. Kamu bisa menentukan jadwal mulai dan berakhirnya fitur ini. Setelah itu, selama fitur ini aktif, TP-Link HS100 ini akan hidup dan mati secara otomatis dan random. Kamu bisa mengkombinasikan fitur ini dan memasangkan lampu ke smart plug untuk memberikan kesan bahwa rumah tidak dalam keadaan kosong.

Fitur terakhir adalah Timer. Fitur ini akan menyediakan countdown timer untuk menghidupkan atau mematikan smart plug.

Sebenarnya ada satu fitur tambahan lain yang dimiliki oleh TP-Link HS100 ini, yaitu integrasi dengan perangkat Amazon Echo. Jadi kalau misalnya kamu menggunakan perangkat Amazon Echo, kamu bisa mengintegrasikan smart plug ini ke Echo sehingga kamu bisa memerintahkan Echo untuk menghidupkan atau mematikan smart plug. Tapi fitur ini tidak akan saya bahas lebih lanjut karena sebenarnya Amazon Echo beserta layanannya tidak tersedia secara resmi di Indonesia.

Kesimpulan

Saya telah menggunakan TP-Link HS100 ini selama beberapa minggu dan menurut saya smart plug ini cukup memuaskan. Selama saya menggunakannya, proses instalasi dapat dijalankan dengan sangat mudah dan tanpa masalah. Bodinya memang sedikit besar. Tapi kalau kamu menyiapkan posisi khusus untuk smart plug ini, tentunya hal tersebut tidak menjadi masalah.

Begitu pula saat penggunaannya. Aplikasi Kasa juga bisa dibilang cukup responsif. TP-Link HS100 bisa menjaga koneksi agar tetap stabil sehingga saya bisa tetap memanfaatkan fungsi remote control melalui aplikasi Kasa, baik saat berada di dalam jaringan yang sama, maupun saat saya harus mengontrolnya melalui jaringan luar saat saya berada jauh dari rumah.

Jadi, dengan harga sekitar Rp400.000, TP-Link HS100 ini rasanya cukup lumayan sebagai sebuah perangkat untuk menghadirkan smart home di rumah kamu.

TP-Link HS100

8.5

Rating

8.5/10

Plus

  • Instalasi mudah
  • Kontrol aplikasi gampang
  • Fitur Schedule, Away Mode, dan Timer bermanfaat

Minus

  • Tanpa fitur penghitung konsumsi daya
  • Ukuran agak besar

2 Replies to “Review TP-Link HS100: Smart Plug Serba Bisa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *