Linksys Velop

Review Linksys Velop (AC6600), Mesh Networking yang Mudah Diaplikasikan

Mengelola WiFi di ruangan atau rumah berukuran besar rasanya susah-susah gampang. Terkadang satu perangkat wireless router saja tidak cukup untuk menjangkau seluruh bagian rumah. Untuk itu, selain menggunakan tambahan wireless extender, perangkat wireless router mesh seperti Linksys Velop juga bisa dijadikan pilihan.

  Review TP-Link RE450, Wireless Extender dengan Penggunaan yang Mudah

Untuk mengatasi sinyal WiFi yang kurang merata, penggunaan wireless extender atau repeater biasanya menjadi pilihan. Namun, terkadang konfigurasinya belum tentu mulus, bisa jadi karena standar yang berbeda atau merk yang berbeda. Nah, wireless router mesh seperti Linksys Velop ini hadir sebagai sebuah sistem agar kamu dapat menghadirkan sinyal WiFi yang luas dan merata dengan mudah.

Linksys Velop

Secara singkat, mesh networking merupakan sistem jaringan yang memungkinkan setiap perangkat yang ada di dalam jaringan tersebut untuk terhubung satu sama lain. Dengan jaringan yang saling terikat, koneksinya akan dapat berjalan dengan lebih lancar sekalipun ada perangkat yang bermasalah di dalamnya.

Desain

Linksys Velop yang saya terima hadir dalam sebuah paket yang berisikan tiga unit wireless router yang disebut sebagai node. Setiap node-nya memiliki desain yang menurut saya unik dan minimalis. Sekilas, bentuknya mirip seperti sebuah speaker kecil.

Dengan bentuk sederhana yang mengotak dan tidak terlalu besar, node ini juga bisa digunakan untuk menambah nilai estetika di ruangan kamu.

Linksys Velop

Dengan bentuk yang minimalis, node dari Linksys Velop ini tidak dilengkapi dengan antena eksternal. Kemudian, terdapat dua buah port LAN gigabit yang tersembunyi di bagian bawahnya bersama dengan port daya.

Linksys Velop

Sayangnya, tidak ada konektor USB yang tersedia. Artinya, kamu tidak bisa menghubungkan perangkat USB seperti media simpan atau printer ke Velop ini. Padahal, wireless router standar pada umumnya sudah menyediakannya.

Oh ya, untuk meletakkan node ini, kamu perlu bidang yang datar dan rata seperti meja atau lemari. Tidak ada opsi untuk menggantungkan perangkat ini di dinding atau plafon karena memang tidak ada dudukan yang disediakan.

Spesifikasi Linksys Velop

Hadir dalam paket yang berisi tiga node, kamu sebenarnya tidak perlu menggunakan ketiganya secara sekaligus. Kamu bisa menggunakan cukup satu atau dua saja, atau bahkan lebih dari tiga, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan yang ada.

Soal spesifikasinya, Linksys Velop yang saya ulas kali ini merupakan varian tri-band atau memiliki tiga pita operasi, dua 2,4 GHz dan satu 5 GHz. Untuk kecepatan maksimalnya, Linksys Velop ini mampu menghasilkan kecepatan total hingga 6600 Mbps sehingga membuatnya masuk ke kategori perangkat AC6600.

  Review Huawei Mate 20: Flagship Cantik dan Kencang, Nyaris Sempurna

Kemudian, Velop ini juga sudah mendukung teknologi MU-MIMO untuk memaksimalkan penggunaan bandwidth pada kondisi jaringan yang ramai. Sebagai tambahan, tersedia juga dukungan terhadap virtual assistant Amazon Alexa untuk mengontrol perangkat ini dengan menggunakan perintah suara.

Fitur dan Konfigurasi

Melakukan konfigurasi awal Linksys Velop ini menurut saya terbilang sangat mudah. Setiap perangkat yang ada bisa digunakan sebagai access point utama yang terhubung langsung ke modem.

Konfigurasi awalnya dilakukan dengan aplikasi Linksys yang tersedia untuk Android dan iOS. Setelah melakukan pembuatan akun, kamu bisa menambahkan perangkat node ke akun Linksys tersebut.

Setelah itu, jika diperlukan, kamu bisa menambahkan node tambahan untuk memaksimalkan jangkauan sinyal WiFi di tempat kamu. Caranya dengan memilih menu Set Up a New Product di bagian bawah.

Setelah itu, kamu tinggal mengikuti panduan atau wizard yang ada untuk menyelesaikannya.

Kinerja Linksys Velop

Memiliki spesifikasi yang tinggi, Linksys Velop memang menjanjikan kinerja jaringan wireless yang kencang. Untuk mengetahui kinerjanya, saya menggunakan dua unit node yang dipasang di rumah untuk mendapatkan sinyal yang lebih merata.

Dari sisi kualitas sinyal, Linksys Velop memang mampu memberikan sinyal yang luas dan merata. Meskipun begitu, peletakan perangkat pada posisi yang tepat sangat menentukan seberapa luas sinyal yang tersebar, serta kualitas koneksi antar perangkat yang harus dijaga. Jadi, eksperimen adalah cara yang terbaik untuk menentukan posisi yang paling optimal.

  Review TP-Link TL-MR6400: Lengkap dengan Pilhan Koneksi 4G

Kemudian dari sisi kecepatan Linksys Velop ini juga terbilang cukup baik. Saya mendapatkan kecepatan rata-rata sekitar 254 Mbps saat mencoba melakukan transfer data melalui koneksi wireless. Dengan kecepatan segitu, kamu sudah bisa melakukan streaming konten HD dengan nyaman.

Kesimpulan

Jika kamu adalah pengguna awam yang kurang mengerti dengan proses konfigurasi jaringan WiFi, sistem mesh networking seperti yang ditawarkan oleh Linksys Velop ini sangat mudah untuk digunakan.

Linksys Velop

Terdiri dari paket berisi tiga unit node, kamu bisa menyesuaikan kebutuhannya dengan ruangan yang ada. Terlalu banyak? Kamu bisa memberikan node yang tidak terpakai ke teman kamu. Jika kurang, kamu bisa menambah node secara terpisah karena Velop mendukung penggunaan node hingga dalam jumlah yang besar.

  Review Linksys WRT32X: Wireless Router Gaming dengan Kinerja Tinggi

Jadi, untuk kemudahan dalam menghadirkan jaringan wireless di rumah, Linksys Velop ini cukup layak untuk dipilih. Harganya memang lumayan tinggi, tapi rasanya cukup pantas untuk kinerja dan kemudahan yang ditawarkan. Apalagi tampilannya juga keren dan minimalis.

Linksys Velop (AC6600)

Rp6.999.000
8

Rating

8.0/10

Plus

  • Tampilan keren
  • Kinerja bagus
  • Konfigurasi gampang

Minus

  • Tanpa port USB
  • Port LAN kurang banyak
  • Harga relatif tinggi

One Reply to “Review Linksys Velop (AC6600), Mesh Networking yang Mudah Diaplikasikan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *